Wellcome

Salam Otomotif  !!!

Pada tanggal 23 Februari 2012 lalu bertempat di Jakarta, telah dilakukan diskusi interaktif dengan tema “Kesiapan Industri Sepeda Motor Indonesia Menuju Standar Euro-3 yang Ramah Lingkungan dan Hemat BBM” untuk membahas kesiapan industri sepeda motor dan pemerintah dalam implementasi standar emisi EURO-3 (sumber: http://www.aisi.or.id/news/). Acara ini terselenggara atas kerjasama Forum Wartawan Otomotif (Forwot), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO), Kementrian Lingkungan Hidup, Pemprov DKI Jakarta, dan didukung oleh industri-industri terkait. Ramah Lingkungan dan Hemat BBM sendiri artinya adalah sepeda motor yang diproduksi itu menggunakan sistem injeksi elektronik (EFI). Gosipnya Tahun 2015 pemerintah telah menetapkan bahwa seluruh sepeda motor yang dijual di Indonesia menggunakan system EFI. Faktanya, Pada Januari dan Februari 2012 Honda mendistribusikan Spacy Helm In PGM-FI sebanyak 24.440 unit. Angka ini lebih tinggi dari pada Spacy Helm In versi karburator yang hanya terjual sebanyak 13.068 unit. Belum lagi jika ditambahkan data dari Yamaha dan Suzuki (sumber: http://motorplus.otomotifnet.com). Era sepeda motor dengan sistem injeksi sudah kita masuki, dan tidak ada lagi sepeda motor yang memakai karburator. Seperti yang digunakan pada mobil yang dijual sekarang ini, semua serba kontrol elektronik, dan itu akan terjadi pada sepeda motor kita. Apa artinya bagi kita?

Artinya sebagai pelaku dan pecinta otomotif (mekanik bengkel umum, siswa SMK Otomotif/ TSM, Mahasiswa Otomotif), sepeda motor khususnya, perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan ini. Karena rahasianya adalah system Injeksi yang terintegrasi dengan system pengapian elektronik merupakan high electronic protection” (perlindungan elektronik tingkat tinggi) bagi pabrik/ atpm/ dealer resmi terhadap bengkel-bengkel umum seperti yang telah terjadi pada bengkel-bengkel mobil sekarang ini.

Tidak dipungkiri lagi bahwa hingga sekarang ini hampir semua mekanik bengkel umum belum paham dan menguasai skill dalam merawat dan menangani sepeda motor dengan system EFI, begitu pula di sekolah SMK Teknik Sepeda Motor tidak diajarkan mengenai hal ini hingga tuntas. Siswa yang lulus jika ditanya masih gagap dalam menjawab karena memang faktanya guru-guru yang mengajar di sekolah SMK Teknik Sepeda Motor tidak menguasai teknologi system EFI ini, disamping bahan praktek yang terbatas.

Menjawab itu semua Pusdiklat ATC mengundang anda untuk bergabung dalam Program Kursus Sistem Injeksi Elektronik (EFI), disini kami garansi anda akan memiliki skill yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan 2015!

Sampai Jumpa di ATC  !!!

Salam!

UTS Power Train XI TKR-B

DAFTAR NILAI XI TKR-B
UTS POWER   TRAIN
NO NAMA NILAI
1 Hasan Basri 75
2 Hendrazid Muslim 80
3 M. Fajar Kusuma 65
4 Januariski Ramadhana 45
5 Riza Mahmud Nugroho 75
6 M. Zaid Sholihin 70
7 Rudiansyah 70
8 M. Riza Hidayat 75
9 Rahmat Maulidun 75
10 M. Abgari Wajidi 60
11 Gusti Surya 55
12 Faisal Akbar 35
13 M. Supriyadi 50
14 Zain Arifandi 55
15 Reza Aditya Anggadha 75
16 Hidayatullah 75
17 Ali Sidik Nugroho 85
18 Norman Birawa 30
19 Arif Anggara 65
20 M. Noor Rizky 70
21 Nizamuddin Kamil 45
22 Ahmad Jaenuri 65
23 Yudha Iman 75
24 Edwin Habibie 50
25 M. Ramadani 40
26 Wenny Monica S 75
27 M. Rizal 65
28 M. Ridho 25

Nilai UTS X TKR A

DAFTAR NILAI XI TKR-B
UTS POWER   TRAIN
NO NAMA NILAI
1 Hasan Basri 75
2 Hendrazid Muslim 80
3 M. Fajar Kusuma 65
4 Januariski Ramadhana 45
5 Riza Mahmud Nugroho 75
6 M. Zaid Sholihin 70
7 Rudiansyah 70
8 M. Riza Hidayat 75
9 Rahmat Maulidun 75
10 M. Abgari Wajidi 60
11 Gusti Surya 55
12 Faisal Akbar 35
13 M. Supriyadi 50
14 Zain Arifandi 55
15 Reza Aditya Anggadha 75
16 Hidayatullah 75
17 Ali Sidik Nugroho 85
18 Norman Birawa 30
19 Arif Anggara 65
20 M. Noor Rizky 70
21 Nizamuddin Kamil 45
22 Ahmad Jaenuri 65
23 Yudha Iman 75
24 Edwin Habibie 50
25 M. Ramadani 40
26 Wenny Monica S 75
27 M. Rizal 65
28 M. Ridho 25

Daftar Nilai XI TAB-B

DAFTAR NILAI KELAS XI TAB-B
SMKN 5   BANJARMASIN
MATA   PELAJARAN: PEMINDAH TENAGA & UNDERCARRIAGE
NO NAMA Tugas 1 Tugas 2 Evaluasi 1 Tugas 3
1 Andi Fatku Rochman 50 66 75
2 Andre Oktavian 50
3 Aprillianto Saputra 50 67 20
4 Ardi Wiyogo 50 70 70
5 Ari Farni 50 70 65
6 Ari Munandar 50 70 70
7 Lukman Dody Ramadhan 60 70 40
8 M. Azhari Noor 60 65 60
9 M. Elyas Maulana 60 77 70
10 M. Hanafi 60 60 70
11 M. Irza Mahendra 60 60 60
12 M. Riendy Irdana 60 67
13 Aulia Rahman 75 70 60
14 Bagus Willianto 75 67 60
15 Bahrul Ilmi 75 65
16 Bima Laras S. 75 70 60
17 Gusti Aditya R. 75 65 50
18 Imam Al Farouk 75 60 60
19 M. Rizky Saputra 70 80 60
20 M. Fajar 70 60 70
21 M. Vijay 70
22 Rahmad Agus Wiyogo 70 70 60
23 Rahman Riandy 70 60 60
24 Rahmatullah 70 80 80
25 Sairi 70 66 80
26 Saipuddin 70 60 40
27 Yuswanda 70 60 85
Keterangan:
Tugas 1 : Sistem Pemindah Tenaga ( 4   kelompok)
Tugas 2 : Komponen utama undercarriage
Evaluasi 1 : Torque converter

Pengantar ABS

Seperti halnya pada engine mobil yang sekarang ini hampir seluruh systemnya dikontrol dan dikendalikan perangkat elektro-komputer, maka pada chassis dilakukan pengembangan hal serupa. Mulai dari system pemindah tenaga, system kemudi, rem hingga system suspensi ditambahkan perangkat elektronik untuk menambah feature (keunggulan) atau mengatasi kekurangan system mekanisnya. pada system rem misalnya, terdapat kelemahan bahwa rem dapat terjadi slip jika dioperasikan pada jalan licin atau berpasir.

pernahkan anda merasakan sebuah system rem konvensional yang slip saat mengendarai mobil atau bahkan sepeda motor? padahal kondisi rem anda sudah dipastikan baik dan bahkan ban yang dipakai adalah baru. Ya, system rem konvensional memiliki kelemahan bisa terjadi slip atau rem mengunci yang menyebabkan ban terseret, ini dikarenakan kekuatan tenaga hidrolik pada system rem diaplikasikan secara merata dengan maksimal, hasilnya tidak ada kompromi, rem langsung diperintahkan mengunci sekuat tenaga seiring tekanan pedal rem yang kita injak/ operasikan. Untuk mengatasi kekurangan ini diaplikasikan sebuah system yang diberi nama ABS.

Image

Aplikasi ABS dimaksudkan mencegah terjadinya rem mengunci atau gampangnya kita sebut saja rem anti lengket. ABS singkatan dari Anti lock Braking System, dimana cara kerjanya adalah saat kita rem, tenaga hidrolik pada system rem dibuat bekerja simultan : rem – lepas – rem – lepas hingga kendaraan berhenti. Itulah rahasia dari kenapa rem tidak slip/ lengket.

Sumber: Modul diklat kompetensi Ototronic

Brosur kursus mekanik mobil

Brosur Semua Program Kursus ATC

Power Train 1

PEMINDAH TENAGA (POWER TRAIN)

Pemindah tenaga (power train/ power drive) merupakan sebuah system yang berfungsi memindahkan tenaga putar engine (kruk as) ke roda belakang untuk menggerakan kendaraan. Pada sepeda motor dewasa ini pemindah tenaga terbagi menjadi 2 jenis, yakni pemindah tenaga manual yang menggunakan kopling dan persneling (roda gigi transmissi) dan pemindah tenaga automatic yang menggunakan CVT (continuous variable transmission).

Gambar 1. Engine dengan CVT

Kenapa diperlukan sebuah system pemindah tenaga? Kenapa tidak langsung saja misalkan, tenaga putar dari engine langsung diteruskan dengan sebuah poros (shaft) ke roda belakang? System Pemindah Tenaga merupakan sebuah system yang memudahkan kita dalam mengoperasikan kendaraan. Dalam pengoperasiannya, sebuah kendaraan akan mengalami dinamika perubahan pengoperasian seperti kendaraan mulai berjalan, bergerak lurus di trek pendek, bergerak cepat di trek panjang, berhenti di lampu merah, naik jembatan, turun jembatan, dan lain-lain. Sementara itu, engine hanya memberikan 1 rasio momen dan kecepatan saja, dan logikanya untuk mengatasi dinamika pengoperasian seperti dijelaskan di atas perlu perubahan momen dan kecepatan agar kerja engine dapat menghasilkan performa terbaik di segala medan tersebut. Saat mulai jalan dan naik jembatan misalnya, diperlukan momen yang besar untuk menggerakan roda belakang, dan saat jalan cepat di trek lurus tidak diperlukan lagi momen yang besar, yang diperlukan adalah kecepatan. Disini system pemindah tenaga menyediakan kebutuhan orientasi momen dan kecepatan tersebut.

Pemindah tenaga pada sepeda motor dewasa ini terbagi 2 kategori, yakni pemindah tenaga manual (menggunakan gigi-gigi transmissi dan dipilih/ dipindahkan pertautan giginya secara manual oleh pengendara) dan pemindah tenaga otomatis (menggunakan sabuk dan puley-puley yang membesar-mengecil diameternya secara otomatis sesuai rpm engine).

Pada series selanjutnya akan dibahas secara detail dan terpisah mengenai 2 kategori pemindah tenaga tersebut.

Sumber: Modul 3 – Sistem Pemindah Tenaga (modul pembelajaran ATC Banjarmasin).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.